Wednesday, 7 October 2009

Ngompol atau Cairan Ketuban ya…..


Ngompol atau Cairan Ketuban ya…..

Selama bayi di dalam kandungan, dia berenang dalam cairan ketuban. Sampai menjelang akhir trimester ketiga, cairan ini akan semakin berkurang jumlahnya. Menjelang masa persalinan, jumlah kolagen juga menurun di lapisan chorion, lapisan terluar dari kantung cairan ketuban ini. Chorion adalah jaringan berserat yang saling berkaitan. Ia juga dapat ditemukan di tulang rawan, ligamen dan tendon. Kolagen membantu memperkuat lapisan chorion sebagai perlindungan ekstra terhadap selaput ketuban. Sehingga jika kolagen menurun dan factor lain ikut berperan, maka kantung ketuban ini akan pecah. Bagi sebagian besar wanita hamil, pecahnya ketuban ini akan terjadi spontan pada masa proses persalinan. Namun demikian sekitar 8-10% pada wanita hamil, pecahnya ketuban ini terjadi sebelum proses persalinan.

Tanda-tanda pecahnya air ketuban

Umumnya pecahnya ketuban ini ditandai dengan perasaan seperti “ngompol” diikuti dengan dengan rembesan yang tak bisa ditahan keluarnya. Sebagian wanita menandai ini dengan adanya perasaan seperti desakan mau “pipis”, sebelum pecahnya air ketuban. Bagi yang pernah mengalami persalinan sebelumnya, akan mengetahui pecahnya kantung ketuban ini karena adanya rembesan cairan di daerah perineum.


Cairan vagina dan keluarnya meningkat saat kandungan cukup bulan seringkali disalahsartikan dengan cairan ketuban (amniotic fluid). Sebaliknya, pecahnya air ketuban ini juga sering dikiran “pipis” atau cairan vagina. Karena itu harus mengenali apakah benar cairan ketuban yang memang sudah keluar ataukah terjadi kebocoran kantung ketuban. Terutama jika waktu kelahiran memang belum waktunya.

Setiap waktu terjadi perembesan cairan atau kebocoran selaput ketuban akan mengundang bahaya. Sebab dengan mudah jamur atau infeksi menyusup ke dalam dan membahayakan janin. Pada kehamilan cukup bulan, proses persalinan dimulai sekitar 24 jam dari sejak air ketuban itu keluar. Jika proses persalinan ini tidak berlangsung spontan, bayi Anda dan Anda akan termasuk berisiko tinggi dari ancaman infeksi.

Bagaimana jika memang pecah ketuban?

Jika menurut Anda, kantung ketuban sudah pecah, segeralah siapkan mental kemudian perhatikan hal-hal berikut :

- perhatikan warna dan bentuk cairan yang keluar
- apakah disertai dengan flek darah berwarna kecoklatan
- apakah ada rasa mulas di perut Anda
Jika memang benar kantung ketuban sudah pecah, segera minta tolong suami dan yakini bahwa ini memang saat yang tepat untuk segera pergi ke klinik bersalin.

Bagaimana saya tahu kantung ketuban sudah pecah?

Jika kantung ketuban pecah, cairan amniotic ini akan menekan dan mendorong keluar melalui vagina. Nah jika ini belum terjadi, sedangkan Anda sudah berada di klinik, dokter atau bidan biasanya akan mengecek melalui vagina. Secara alamiah cairan ketuban atau amniotic itu bersifat alkalin sehingga dengan menempatkan kertas nitrazine, dokter atau bidan akan mengevaluasi ph cairan. Kertas Nitrazine sangat akurat untuk mendeteksi adanya cairan ketuban atau amniotic.

Metode lain untuk mengecek apakahcairan ketuban ini sudah keluar dengan menempatkan sedikit cairan di bawhamikroskop. Cairan amniotic ini akan nampak berbintik-bintik dibawah lensa mikroskop.

Apa yang terjadi jika ketuban sudah pecah?

Jika dokter sudah memastikan memang kantung ketuban sudah pecah dan cairan ketuban keluar, maka sebaiknya Anda bersiap-siap untuk menuju proses persalinan. Jika usia kandungan sudah cukup bulan, dokter akan melihat bagaimana intensitas kontraksi Anda yang akan berlangsung kurang dari 24 jam. Namun jika kandungan masih belum cukup bulan, kemungkinan Anda harus bedrest di rumahsakit sampai masa melahirkan tiba. Untuk proses persalinan yang belum waktunya, kemungkinan dokter akan memberikan penanganan khusus agar paru bayi cukup matang untuk bisa dilahirkan secara normal.

Nah, bunda… bersiaplah untuk segera menimang si buah hati. 9months ysm/sheknows.com

1 comment:

Kartini said...

hi 9 Months!
saya Kartini Limopranoto, saya pernah membaca rubrik 9 months bulan oktober 09, "ngompol atau cairan ketuban ya"
yang hendak saya tanyakan nih, apakah cukup dengan nitrazine test?
karena sepengetahuan saya nitrazine test (yang dengan menggunakan kertas lakmus) banyak sekali kemungkinan kesalahannya. karena prinsip kerjanya perubahan warna berdasarkan pH.
sedangkan cairan di vagina, bisa saja bukan cairan ketuban.saya sudah search di internat, ternyata di luar negeri seperti Singapore dan Malaysia, memakai alat seperti actim PROM. dan di negara lain juga.
mohon petunjuknya...
thanks before..