Tuesday, 10 March 2009

Stem Cell


Stem Cell,
Yang Berharga Dari dan Untuk Si Buah Hati

Sel induk adalah sel yang sangat unik karena sel primitif yang belum berspesialisasi ini dapat berkembang biak dan mampu berubah menjadi sel-sel baru atau sel tubuh lain.

Sel induk darah atau haematopoitec stem cell ini memiliki kemampuan untuk regenerasi dan membuat berbagai jenis sel darah serta sistim kekebalan tubuh yang penting. Bahkan seiring dengan kemajuan teknologi, sel induk dapat diubah menjadi sel darah merah, sel darah putih, kepingan darah, sel hati, sel ginjal, dsb.

Sejatinya, ada dua macam sumber

  • Sumber embrio (embryonic stem cell)
Sampai saat ini sumber embrio belum atau tidak banyak dibicarakan karena masih dianggap controversial.

  • Sumber dewasa (hematopoietic stem cell)
meliputi darah tali pusar, sum-sum tulang dan darah tepi. Dari ketiga jenis sumber sel induk dewasa tersebut, beberapa tahun belakangan, darah tali pusar tengah marak digunakan sebagai metode pengobatan.


Sebagai calon orang tua, Anda tentu mengerti betul bahwa tidak ada yang lebih penting selain kesehatan anak Anda.

Untuk melindungi kesehatan sang buah hati saat ia beranjak dewasa kelak tidak cukup dengan mengandalkan asuransi kesehatan saja. Beberapa tahun belakangan ini ada tawaran menarik dan jauh lebih menjanjikan yang setara atau lebih menguntungkan dari sekedar asuransi belaka.

Adalah kalangan ahli kesehatan berhasil menemukan metode pengobatan ini pada tahun 1988. mereka menilai metode pengobatan sel induk khususnya yang berasal dari darah tali pusar sangatlah efektif.

Asuransi Sekaligus Pengobatan Di Masa Depan

Biasanya orang tua membeli asuransi untuk menyiapkan skenario terburuk dalam hidupnya juga anak-anak mereka. Namun, hal itu tidak perlu dilakukan jika Anda menyimpan darah tali pusar si anak.

Saat ini ada beberapa bank darah tali pusar yang menyediakan jasanya. Salah satunya StemCord, bank darah tali pusar autolog swasta pertama yang mendapatkan lisensi dari Menteri Kesehatan Singapura pada 6 Maret 2002 dan terbesar di Singapura.

Sudah lebih dari 12.000 sampel darah tali pusar disimpan di laboratorium penyimpanan StemCord. Bisa dipastikan, StemCord adalah satu-satunya bank darah yang menyimpan darah tali pusar dalam bentuk beberapa cryo unit (tabung).


STOP buang tali pusar

kelahiran seorang makhluk mungil tentu kebahagian untuk orang tua dan semua anggota keluarga lainnya. Sayangnya, beberapa saat setelah sang buah hati dilahirkan, hampir semua orang tua membuang darah tali pusar anaknya. Padahal, dengan membuang darah tali pusar sama saja dengan membuang materi yang sebenarnya justru sangat berharga.

Mengapa demikian? Karena darah yang tersisa dalam tali pusar seorang
bayi baru lahir merupakan sumber terkaya akan haematopoetic stem cell. Dimana sel-sel yang berhaga tersebut nantinya dapat berkembang biak dan berubah menjadi sel-sel darah untuk regenerasi dan mengembalikan sistim kekebalan tubuh.

Fakta ini bukanlah sekedar hisapan jempol belaka. Sebab sel induk (stem cell) telah terbukti dapat digunakan untuk peng- obatan berbagai macam penyakit yang berhubungan dengan kelainan darah dan kanker. Bahkan tidak akan ada habisnya di masa mendatang.

Tidak cukup sampai disitu, sel induk ini ternyata cukup mujarab menyelamatkan hidup, tidak hanya bagi sang bayi tapi juga orang tua, saudara di kemudian hari. Yang menakjubkan orang lain yang mempunyai kesamaan tipe dan jenis sel darah pun bisa terselamatkan.

Disemua proses persalinan

Lazimnya, tali pusat yang berfungsi sebagai garis kehidupan antara sang bayi dan anak pada saat kehamilan tersebut diambil saat persalinan atau tepatnya setelah tali pusar diklem, dipotong dan bayi dipisahkan dari ibunya. Dapat dipastikan pula, proses pengambilan darah tali pusar dilakukan dengan cepat, aman dan sama sekali tidak menyakiti baik ibu maupun bayinya.
Bukan hanya pada ibu yang melahirkan lewat persalinan normal, pengambilan darah tali pusar juga dapat dilakukan pada mereka yang melahirkan dengan proses persalinan operasi Caesar dan kelahiran bayi kembar.

Semua calon ibu bisa menyimpan darah tali pusar anaknya. Namun, sebelum disimpan, darah yang diambil tersebut haruslah diuji terlebih dahulu di laboratorium. Ini dilakukan untuk memastikan apakah dalam darah tali pusar terdapat HIV ½, HTLV I/II, hepatitis B dan C, cytomegalovirus, syphilis, dan terkontaminasi bakteri/jamur. Setelah dinyatakan aman, baru kemudian darah tersebut disimpan dalam tabung nitrogen dengan suhu penyimpanan -180oC dan dapat digunakan kapan saja.

Dari hasil penelitian, darah ini disimpan pada suhu nitrogen cair, sehingga bisa disimpan dalam waktu yang tak terbatas. Berdasarkan pengalaman, stem cell ini dapat disimpan lebih dari 20 tahun. Viabilitas selnya pun masih bisa untuk dikembangbiak dan ditransplantasikan. Tak dapat dipungkiri stem cell yang berasal dari darah tali pusar adalah sel yang masih muda dan sehat, serta memiliki tingkat kecocokan yang lebih baik ketika digunakan pada transplantasi.

Untuk pertama kalinya pencangkokan sel induk darah tali pusar dilakukan di Prancis pada penderita Anemia Fanconi pada tahun 1988. Kemudian tahun 1991, darah tali pusat ditransplantasikan pada penderita CML (chronic myelogenous leukemia).

Berdasarkan data dari The National Marrow Donor Programme, saat ini sudah ada 72 penyakit yang dapat diobati dengan pencangkokna sel induk ini dan lebih dari 45 penyakit dengan pencangkokan sel induk dari tali pusar.

Teknologi sel induk ini masih akan terus berkembang, karenanya penyimpanan dalam beberapa tabung selain dapat digunakan lebih dari sekali juga menjamin kemungkinan untuk penggunaan lain di masa mendatang.

Mereka yang disarankan

Ingatlah, penyimpanan darah tali pusar hanya dimungkinkan saat bayi baru lahir. Bila saat ini, penyimpanan tidak dilakukan, maka sel induk yang sangat berharga itu akan dihempaskan begitu saja.

Jika sang buah hati telah terlahir dan tidak sempat menyimpan darah tali pusarnya, toh, Anda masih bisa melakukankan kala berencana mengandung anak ke dua, tiga atau selanjutnya.

Adapun mereka yang disarankan untuk menyimpan darah tali pusar, yaitu:
Mereka yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kelainan darah atau penyakit keganasan

Keluarga yang merencanakan hanya memiliki satu anak


Mereka yang menikah dengan pria/wanita asing atau yang biasa disebut dengan perkawinan campur.


Kehamilan pada ibu yang usianya lebih dari 35 tahun.


Pada setiap kelahiran anak pertama (karena dikhawa
tirkan hanya memiliki satu anak)

Lebih Oke plus Lebih Mudah

Dewasa ini, ribuan kasus transplantasi dengan darah tali pusar di seluruh dunia telah dilakukan untuk mengobati lebih dari 70 jenis penyakit. Seperti, gagal sum-sum tulang belakang, leu-
kemia. Lifoma, kelainan darah dan penyakit-penyakit autoimun lainnya.

Dengan kemampuannya untuk merubah menjadi jaringan tubuh yang berbeda pada pengobatan regenerasi, stem cell memiliki kemampuan yang amat menjanjikan pada pengobatan penyakit yang mengancam kehidupan layaknya penyakit jantung, diabetes, cedera saraf spinal dan stroke.

Dibandingkan pencangkokan sum-sum tulang dan darah tepi, transplantasi darah tali pusar ini cukup diminati dan memberikan keuntungan lebih karena:

Proses pengambilan darah tali pusar tidak menimbulkan resiko bagi ibu maupun bayinya, bebas nyeri dan cepat. Sedangkan pengambilan darah dari sum-sum maupun darah tepi selain menyakitkan, beresiko infeksi, bahkan memerlukan pembiusan total yang dapat mengakibatkan nyeri setelahnya.

Beberapa penelitian mengatakan, darah tali pusar memiliki kemampuan yang lebih tinggi, hampir 10x lipat kemampuan membentuk sel darah baru ketimbang sum-sum dan darah tepi.

Penerimanya bisa bervariasi, selain untuk dirinya sendiri, bisa pula untuk anggota keluarga yang lain maupun orang lain yang tidak memiliki hubungan keluarga.

Suatu komplikasi fatal yang mungkin terjadi pada proses pencangkokan (Graft versus Host Disease (GvHD) justru jarang sekali terjadi pada pencangkokan sel induk tali pusar.

Dapat dipastikan belum tercemar baik virus maupun bakteri yang dapat menimbulkan resiko lain pada penerimanya.Memberikan kemungkinan yang amat menjanjikan. 9months




2 comments:

Anonymous said...

di indonesia udah ada belom ya yg namanya stem cell

9months said...

sudah ada di rumahsakit Sam Marie