Monday, 30 March 2009

Berlibur Selama Hamil? Siapa Takut!


Berlibur Selama Hamil? Siapa Takut!

Berpergian disaat hamil hingga kini masih mengundang respon yang beragam. Sebagian pendapat menyebutkan bahwa berpergian semasa hamil terkait dengan penyebab keguguran, kelahiran prematur hingga komplikasi lainnya. Benarkah?

Lebaran tinggal menghitung hari. Inilah momen dimana Anda bisa merasakan nikmatnya musim liburan. Sontak, rencana perjalanan mudik pun mulai dirancang, tak terkecuali wanita hamil. Kondisi perut yang kian membuncit tidak menjadi alasan untuk mengurung acara berlibur Anda bersama keluarga. Tentulah amat membosankan jika menghabiskan masa liburan hanya dengan berdiam di rumah saja, terlebih bagi Anda yang hobi jalan-jalan.

Pada dasarnya, berpergian bukanlah hal yang harus dijauhi wanita hamil. Selama didukung oleh kondisi tubuh yang fit dan tidak ada keluhan berati selama mengandung, ibu hamil tetap bisa menjalankan aktivitas berlibur kok. Namun, karena kondisi masing-masing ibu hamil berbeda satu sama lain. Tak ayal, berpergian dengan kondisi berbadan dua acapkali membuat ibu terasa kurang nyaman. Ada yang kuat namun tak jarang pula yang lemah.

Menurut dr. FX Bhimantoro, SpOG dari RSIA Hermina Depok menegaskan, ”ibu hamil boleh berpergian, asalkan belum melewati kehamilan 32 minggu atau ibu hamil tersebut tidak mempunyai riwayat persalinan prematur, plasenta previa atau kelaian lainnya.”

Namun, kebanyakan aktivitas yang dilakukan sepanjang berlibur dan kelewat lelah tidak menutup kemungkinan memicu terjadinya keguguran. Meski begitu berpergian bukanlah penyebab seseorang mengalami keguguran, kelahiran premature, atau komplikasi lainnya, jauh sebelum liburan tiba, alangkah baiknya jika dibicarakan terlebih kepada dokter perihal rencana liburan Anda tersebut.

Dan rencana liburan, sejatinya selalu menyenangkan. Namun bisa rusak jika tidak dipersiapkan dengan matang. Saking asyiknya berlibur, terkadang kita lupa pada hal-hal kecil yang sebenarnya dapat merusak liburan atau malah akan menganggu kesehatan. ”Sangat perlu untuk kosultasi dahulu ke dokter sebelum melakukan perjalanan jauh,” tambahnya.

Agar liburan Anda optimal, ada beberapa hal yang harus perhatikan:

* Sebaiknya jangan berpergian dengan kondisi perut kosong. Terlebih bagi Anda yang sedang
hamil muda dan tengah mengalami morning sick. Sebelum berpergian, pastikan perut Anda
terisi.


* Untuk mencegah mual dan cemilan, bawalah beberapa makanan kecil.


* Lebih baik, mintalah kepada dokter Anda obat-obatan layaknya penahan kontraksi, penghilang
rasa sakit sebagai bekal diperjalanan nanti.

* Untuk memudahkan Anda, simpan semua obat-obatan serta kebutuhan Anda ke dalam satu
tas.


* Selama perjalanan, pastikan Anda cukup istirahat dan cukup tidur. Anda yang menggunakan
transportasi umum, pergunakan waktu pemberhentian dengan sebaik mungkin.


* Bila perjalan ditempuh dengan menggunakan fasilitas umum, pilihlah tempat duduk yang
bebas dari paparan asap rokok.


* Kalau kaki sudah terasa pegal, kaku bahkan bengkak lantaran duduk berjam-jam, sudah
saatnya kaki beristirahat. Bangunlah dari tempat duduk Anda sejenak untuk meregangkan
kaki atau bawalah bantal untuk menyangga kaki Anda.


* Ibu hamil yang kelelahan biasanya akan mengeluh sakit perut bagian bawah (kontraksi). Jika
setelah istirahat kondisi tersebut tidak juga hilang dan terus berlangsung selama perjalanan,
sebaiknya segera kontrol ke dokter terdekat.


* Untuk mencegah Anda dari dehidrasi, sepanjang perjalanan usahakan untuk selalu membawa
sebotol air minum. Sebab, dengan banyak mengkonsumsi cairan bisa membantu mencegah
bengkak pada pergelangan kaki.


* Bila di perjalanan tiba-tiba Anda mengalami vlek, segeralah ke dokter. Khawatirnya terjadi
keguguran pada kehamilan Anda.



5 Keluhan Tersering

Idealnya, kata dr. FXA Bhimantoro, SpOG, sebuah perjalanan dilakukan tatkala usia kehamilan diatas 16 minggu dan di bawah 32 minggu. Karena pada trimester tersebut janin mulai berkembang nyaris sempurna. Posisinya si janin pun sudah cukup kuat untuk dibawa berpergian. Begitu pula dengan plasenta yang sudah terbentuk, alhasil cukup makan dan oksigen untuk si janin terpenuhi. Sehingga ibu terhindar dari kemungkinan terjadinya abortus dan persalinan prematur.

Bila kehamilan sudah mencapai trimester akhir dan Anda akan melakukan perjalanan jauh, maka sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter Anda. Karena liburan identik dengan suka cita, asyik dan berakhir menyenangkan. ”Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, USG serta laboratorium jika perlu. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan Anda dan janin sehat menempuh perjalanan,” tukas dokter Bhimantoro. Beberapa keluhan yang biasa menyertai diantaranya:

  • Nyeri pada bagian atas kemaluan serta pinggang belakang
  • Gerakan janin meningkat. Ibu yang terlalu lelah kadang membuat janin menjadi aktif dan timbul kontraksi. Supaya kontraksi tidak berlebihan, usahan ibu agar tidak terlalu lelah.
  • Kaki kesemutan, betis dan paha kram, juga ngilu pada persendian juga akan dirasakan saat tubuh terasa lelah.
  • Terkadang terjadi mual atau keluhan sakit kepala
  • Anda dengan letak plasenta terlalu bawah dan dekat dengan jalan lahir patut waspada. Sebab posisi plasenta yang seperti itu rentan bergeser yang ujung-ujungnya beresiko menyebabkan pendarahan. Jika tidak memungkinkan untuk menempuh perjalanan jauh, ada baiknya jika Anda tidak memaksakan diri.
Mereka Yang ’Dilarang’

Walaupun tak ada larangan baku bagi ibu hamil untuk melakukan serangkaian perjalanan liburan, ada beberapa dari mereka (ibu hamil) yang membutuhkan izin dokter terlebih dahulu. Biasanya ibu hamil yang tidak dianjurkan menempuh perjalanan jauh adalah:
Usia kandungan lebih dari 32 minggu. Penerbangan yang memakan waktu dan dalam jarak yang jauh juga tidak boleh dilakukan karena dapat memicu kontraksi
  • Memiliki riwayat kontraksi, keguguran atau kelahiran premature.
  • Wanita dengan kehamilan beresiko tinggi, disertai tekanan darah tinggi, diabetes, dll.
  • Karena beresiko keguguran tinggi, beberapa dokter menganjurkan untuk tidak melakukan perjalanan jauh atau yang terlalu melelahkan saat kehamilan Anda baru trimester pertama (0-12 minggu). Begitu pula ketika usia kandungan Anda 6 minggu terakhir kehamilan. Dokter akan menganjurkan untuk tidak pergi terlalu jauh dari rumah Anda. by : Izoel 9months
  • 2 comments:

    boeyay said...

    Setuju, poko ke berlibur yang gak terlalu banyak aktivitas yang menguras tenaga, n gak menambah perasaan stres perjalanan..... So pasti kehamilan tambah nyaman n sehat.

    9 months said...

    iyaa... so u bumil.. "berlubur siapa takut" nikmati liburan n kehamilan mu bunda...